Agamadan Budaya dalam Integrasi Sosial (Belajar dari Pengalaman Masyarakat Fakfak di Propinsi Papua Barat) LIPI, 2009). Orang Papua masih dilihat sebagai objek yang diam atau tidak punya . Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 2, 2013 bahwa proses integrasi sosial dalam sebuah masyarakat hanya dapat tercipta bila terpenuhi tiga
sumberdayaproduktif atau masyarakat yang terpinggirkan dalam pembangunan. Tujuan akhir dari proses pemberdayaan masyarakat adalah untuk memandirikan warga masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan mengoptimalkan sumberdaya yang dimi-likinya. Secara sosial, masyarakat sekitar ka-wasan hutan lindung sampai saat ini tetap
Demiterciptanya integrasi sosial, setiap orang/warga Indonesia wajib memiliki sikap toleransi. Dimana sikap tersebut, berfungsi untuk memunculkan rasa saling menghormati dan saling menghargai dan saling bahu membahu dengan bertoleransi sesama warga negara Indonesia maka Indonesia akan selalu maju dan menjadi negara yang bersatu dan kuat .manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa adanya
Dariuraian ini, dapat kita tarik benang merah bahwa integrasi sosial atau masyarakat merupakan sebuah keniscayaan bagi siapa saja yang hidup dalam komunitas yang heterogen. Hal ini karena di dalam masyarakat selalu terdiri atas berbagai macam unsur-unsur yang antara satu dengan yang lain berbeda, seperti disebutkan sebelumnya ada perbedaan kedudukan sosial, suku, ras, agama, dan sebagainya.
Integrasinormatif merupakan bentuk-bentuk integrasi sosial yang ada di masyarakat. integrasi normatif dapat terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di Indonesia. Dalam hal ini, norma merupakan pedoman untuk melakukan hubungan sosial dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan dan anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku dengan baik.
Vay Tiα»n Nhanh Ggads.
terciptanya integrasi sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari